Ismail Ahmad

December 24, 2007

MASJID IKHWANUL MUKMININ

Filed under: Uncategorized

MASJID IKHWANUL MUKMININ

Oleh : Ismail Ahmad

 

Masjid adalah perwujudan dari hakikat Rumah Allah dan Istananya para wali dan merupakan rumah singgahnya para musafir dan Masjid adalah madrasahnya para pencari Ilmu Allah. Seorang Muslim sejati harus bisa menjadikan Masjid sebagai istana dan kerajaannya untuk dapat lebih mendekatkan dirinya kepda yang empunya rumah tersebut, karena Allah sangat menyenagi rumahNya dan tentunya akan menyenagi pula orang-orang yang berada didalamnya, Rasulullah Muhammad SAW pernah bertanya kepada  Malaikat Jibril, “Wahai Jibril, tempat manakah yang paling disenangi Allah ? Jibril menjawab : Masjid-masjid dan yang paling disenangi ialah orang yang pertama masuk ke dalamnya dan yang terakhir keluar meninggalkannya”.

Kemudian Rasulullah SAW bertanya lagi, “Tempat manakah yang paling tidak disukai oleh Allah Ta’ala ?” Jibril lantas menjawab, “Pasar-pasar dan orang yang paling dahulu memasukinya dan yang paling akhir meninggalkannya”.

Hadits diatas sudah cukup untuk menggambarkan betapa cintaNya Allah terhadap Masjid dan betapa bencinya Allah terhadap tempat-tempat yang banyak mengandung maksiat dan dosa. Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Asysyihab dan Al-Bazzar dikemukakan bahwa, “Barangsiapa membangun untuk Allah sebuah masjid atau mushalla walaupun sebesar kandang unggas (rumah gubuk), maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga”.

Kemuliaan demi kemuliaan akan terus datang bagi siapa saja yang mensucikan masjid dan menjadikan masjid sebagai tempat mereka menautkan hatinya, jadikanlah masjid sebagai cita pertama, dan jadikanlah masjid sebagai bukti bahwa kita adalah orang yang beragama. Dalam hal ini tentunya sebagai seorang Muslim sudah menjadi tanggung jawab kita untuk memakmurkan dan mensucikan tempat mulia tersbut. Karena Allah dan para malaikatNya memuliakan orang-orang yang memuliakan masjid.

Dengan niat yang ikhlas karena Allah Insya Allah kita akan merasa damai dan menemukan kesucian hati tatkala kita berada di Masjid

Dan dengan meningkatkan fungsi masjid sebagai sarana ibadah maka umat Islam dapat meningkatkan Ukhuwah Islamiyahnya, dan terus berlomba-lombda dalam kebaikan untuk mencari ridha Allah dan mendapatkan gelar Taqwa yang menjadi impian setiap muslim dimanapun dia berada.

Keberadaan Masjid sebagai Sarana tempat ibadah juga mempunyai beragam fungsi dan tujuan, itu tergantung paradigma kita terhadap Masjid. Menurut saya, Masjid adalah Istana terindah yang ada di muka bumi ini, karena hanya dengan Memakmurkan Rumah Allah Tersebut kita akan mendapatkan cahaya ilahi di dunia ini dan kelak di alam Akhirat. Rasulullah SAW bersabda : “Beritakanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan kaki di malam gelap gulita menuju masjid bahwa bagi mereka cahaya yang terang benderang di hari kiamat” (H.R.Al-Hakim & Attirmidzi).

Mungkin jika hadits ini diungkapkan kepada ahli-ahli maksiat, mereka akan tersenyum. Karena mereka berjalan dalam kegelapan menuju tempat-tempat maksiat, bukannya menuju Rumah Allah seperti yang digambarkan dari Hadits diatas. Tapi jika saya dapat menggambarkan pahala berjalan dalam kegelapan dan bagaimana cahaya yang terang benderang di hari kiamat bagi orang-orang yang berjalan dalam kegelapan demi mencapai ridha dan cinta Allah.

Disebutkan di dalam hadits bahwa pada hari kiamat, Allah SWT akan mengumumkan “Dimana tetangga-tetanggaku ?” Para Malaikat bertanya, “Siapakah tetangga-tetangga-Mu ya Allah ?” Kemudian Allah SWT berfirman, “Tetangga-tetangga-Ku adalah orang-orang yang senantiasa memakmurkan masjid”.

Selanjutnya oleh sang sahabat ini, ditunjukkan sebuah doa yang berasal dari hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Ibnu Abbas bahwa Nabi Muhammad SAW apabila keluar rumah untuk shalat di masjid, beliau berdoa yang bunyinya, “Allahumma ij’al fi qalbi nuran, wa fi basari nuran, wa fi sam’i nuran, wa’an yamini nuran, wa’an khalfi nuran, wa fi asabi nuran, wa fi lahmi nuran, wa fi dami nuran, wa fi sya’ri nuran, wa fi basyari nuran (yang artinya : Ya Allah, berilah cahaya di dalam hatiku, cahaya di dalam penglihatanku, cahaya dalam pendengaranku, cahaya dari kananku, cahaya dari belakangku, cahaya dalam urat sarafku, cahaya dalam dagingku, cahaya dalam darahku, cahaya dalam rambutku dan cahaya dalam kulitku”. (HR.Al-Buchari).

Bukankah telah disebutkan dalam sebuah hadits bahwa pada hari kiamat ketika manusia dalam keadaan kacau dan cemas dan matahari sangat dekat dengan manusia, ada tujuh golongan orang yang akan mendapatkan perlindungan di bawah Arsy’ Allah SWT, salah satunya adalah seseorang yang hatinya selalu terpaut ke masjid.

Keterpautan hati terhadap Rumah Mulia harus dimulai dari sekarang, mulai saat ini, dan dimulai dari diri sendiri ( 3M A’A Gym ). Waktu terus berkaku dan kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput kita, oleh karena itu mari kita rapatkan barisan dan menyamakan visi dan misi umat Islam seluruh Indonesia agar dapat menjadikan Masjid sebagai pautan hati terindah dalam hidupnya. Jagan pernah menjadi hamba yang sombong dengan tidak pernah bertamu ke Rumah Allah, mari bersama kita jadikan gerakan cinta masjid ini menjadi gerakan umat Islam secara nasional. Karena dengan semakin cinta terhadap masjid secara otomatis semakin cinta pulalah kita terhadap syariat Islam, yang berarti semakin bertambah pulalah cinta kita terhadap Allah pemilik dari Rumah Mulia tersebut.

 

SEJARAH BERDIRINYA MASJID IKHWANUL MUKMININ

 

Masjid Ikhwanul Mukminin adalah salah satu masjid tua di kota Pontianak, Masjid megah yang terletak di tepian kota ini yang tepatnya berlokasi di Jl. Sungai Raya Dalam Pontianak Selatan Kalimantan Barat ini merupakann salah satu kebanggan warga masyarakat yang tinggal di daerah itu, karena masjid Ikhwanul Mukminin penuh dengan nilai histories dan nilai prinsip kebersamaan dan semangat gotong royong.

Menurut H. M. Nur Hasan, SE dalam bukunya Membangun Media Amal Saleh ( Selayang Pandang Masjid Ikhwanul Mukminin ) masjid ini adalah merupakan gambaran dari sebuah semangat Fastabiqul Khairat dan Nawaitu yang kuat dari seluruh jama’ah yang awalnya hanya sebuah Surau menjadi sebuah Masjid yang akhirnya diberi nama IKHWANUL MUKMININ.

Masjid ini didirikan pada tahun 1929-1930 dengan bermodalkan Rp 500, dan kayu-kayu yang berasal dari Tanjung Saleh ( milik H. Akil ) dari pembongkaran rumah yang telah dijualnya.

Maka masjid dengan ukuran 12×12M2 itu dapat memuaskan hati para Muslim dan Muslimah pada saat itu yang haus akan Rumah Ibadah dan cinta terhadap Rumah Ibadah. Karena konon menurut cerita para Orang tua sebelum Masjid ini berdiri seluruh masyarakat Muslim Sungai Raya melaksanakan Ibdaha Shalat Jum’at di Masjid Jami’ yang berada di dekat keraton Kadariyah Pontianak dengan menggunakan sampan dan berjalan kaki. Keberangkatannya tersebut diiringi dengan membawa barang hasil kebun seperti pisang, ubi-ubian dan lain-lain untuk ditukar dengan keperluan rumah tangga yang lain.

Oleh sebab itu, keberadaan Masjid Ikhwanul Mukminin ini sungguh berarti dan membantu bagi seluruh warga masyarakat Sungai Raya Dalam pada saat itu.

Dan masyarakat sangat berterima kasih tak terhingga kepada pelopor pembangunan masjid tersebut, sehingga masyarakat Islam masih dapat merasakan hasil dari pengorbanan mereka pada saat itu.

 

Menurut H. M. Nurhasan, SE yang berjasa dalam pembangunan tersebut adalah :

1.      H. Ambo’ Dengeng Bin Makkuaseng, seorang Penggawa  yang berasal dari tanah Bugis yang kemudian mewaqafkan tanahNya untuk dijadikan Masjid tersebut.

2.      H. Lintang, Imam pertama Masjid Ikhwanul Mukminin yang sekaligus mertua dari H. Ali Lakana

3.      H. Thayyeb, salah satu pegawai Masjid

4.      H. Husin Bin Basok.

5.      H. Bacok

6.      H. Muhammad / Wak Leda’

7.      H. Palemai

8.      Ustadz Rasyid Matanna

9.      H. Zakaria H. Husin

10.  H. Rani dan Putranya H. Bidin

11.  H. Ali Lakana

 

Menurut H. M. Nur Hasan, SE Masjid ini empat kali mengadakan pemugaran atau renovasi, dari tahun berdirinya 1929, kemudian rehab pertama pada tahun 1956 kemudian 1975 dan 1975. Selanjutnya pada tahun 1999 mengadakan renovasi total yang bertepatan pada tanggal 1 Muharam 1420 H / 16 April 1999 dengan peletakan batu pertama oleh salah satu pendiri Masjid Ikhwanul Mukminin yaitu Kakenda Tercinta H. Ali Lakana.

Dalam buku “Pedoman Pembinaan Masjid Paripurna”  yang diterbitkan pada tahun 1996 oleh Badan Kesejahteraan Masjid ( BKM ). Propinsi Kalimantan Barat disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW telah memberikan contoh tentang fungsi masjid diantaranya :

1.      Tempat pengajaran dan pendidikan Islam sebagai pewarisan agama dan kebuadayaan

2.      Perpustakaan, sebagai himpunan khazanah ilmu pengetahuan

3.      Tempat peradilan

4.      Markas tentara dan tempat merawat prajurit yang luka ( Rumah Sakit )

5.      Wadah Kesenian ( tempat sahabat membacakan sajak untuk Nabi )

6.      Tempat bermalam Musafir

7.      Tempat siding dua khalifah

8.      Musyawarah segala sesuatu tentang masyarakat islam

9.      Tempat pemilihan Khalifah

10.  Tempat dan pernyataan masyarakat.

 

Untuk mendukung percepatan fungsi Masjid tersebut diatas maka didirikanlah Yayasan Ikhwanul Mukminin pada tahun 2001. dan telah berganti seiring dengan waktu sesuai dengan tuntutan zaman dan kondisi masyarakat.

Adapun struktur Pengurus Yayasan Ikhwanul Mukminin adalah :

 

SURAT KEPUTUSAN BADAN PENGURUS

YAYASAN IKHWANUL MUKMININ PONTIANAK

Nomor : 003/YIM/Kpts/10/1426 H

Tanggal 01 Dzulqaidah 1426 H / 03 Desember 2005 M

T e n t a n g

STRUKTUR ORGANISASI DAN PERSONALIA

BADAN PENGURUS YAYASAN IKHWANUL MUKMININ PONTIANAK

Periode 2005-2008

 

Penasehat / Sesepuh                :

1.      H. Abdurrachman H. Husin

2.      H. M. Thahir H. Abidin

3.      H. Sulaiman H. Latif

4.      H. Syafei Thaha

Pembina                                  :

1.      Drs. H. Akmaluddin Hasibuan

2.      Ir. H. Aryanto B. Hardigaloeh

3.      Drs. H. M. Sood H.A. Kadir

4.      H. Imran Galak

           

Ketua Umum                                      : H.A. Effendi Lubis, SE

Ketua I                                                            : Drs. Syaiful Bahri

Ketua II                                              : Wahyudin Masri, SE

Sekretaris Umum                                : H. Muhammad Nur Hasan, SE

Sekretaris I                                          : H. Abdurrahman HM, S.Pd.I.

Sekretaris II                                        : Rafilin H. Zailani, A.Md

Bendahara                                           : Ishaq Idzzuldin, SE

           

A. Dakwah dan Ibadah                      :

1.      M. Ilyas A. Latif (Koordinator)

2.      H.M. Sanusi H.A. Karim, A.Ma

3.      Sarifuddin, SHI

4.      Husen Musa

5.      Abdurrahman AR

6.      H. Ali Laupek

7.      Rahmad Sadeq

8.      Musa H. Nawawi

9.      Burhanuddin M. Thahir

10.  Burhanuddin Bahrun

           

B. Pendidikan dan SDM                    :

1.      Marlan M. Djafan (Koordinator)

2.      Hudrin Zein

3.    Karim, SH

4.      Drs. Izhar Salim, M.Si

5.      Shah Khumainy Salim

6.      Herman Susilo, SE

7.      Ny. Sulistiawati Gst.Yudhy Rasyidi

8.      Ny. Hj. Salbiah H.M. Sanusi, A.Ma

9.      Ny. Hamidah Burhanuddin

10.      Ny. Zulaiha Zaini

 

C. Sosial dan Kesehatan                     :

1.      H. Muhammad Nasir (Koordinator)

2.      Drs. Sulaiman

3.      H A. Wahab Musa

4.      Ahmad H. Ismail

5.      Agus Gunawan

6.      Ya’cob H. Nawawi

7.      Hamid Sauk

8.      Haidi M. Thahir

9.      Suhairi A. Razak

10.  Malik A. Rasyid

 

D. Pemberdayaan Perempuan :

1.      Ny. Hj. Farida Hanom Nasution

2.      Ny. Hj. Habibon H.A. Ghani

3.      Ny. Hj. Sanah H.M. Nasir

4.      Ny. Sufiani Syaiful Bahri

5.      Ny. Liliana Wahyudin Masri

6.      Ny. Farida Nur Hasan

7.      Ny. Retno Ishaq Idzzuldin

8.      Ny. Mudiah H.M. Yusuf

9.      Ny. Jamilah H. Sulaiman

10.  Ny. Ratna Waiton

11.  Ny. Zulaiha Ahmad H. Ismail

12.  Ny. Hj. Syamsiah

13.  Ny. Halimah

 

E. Pemuda, Remaja, Olahraga & Kesenian :

1.      Gusti Syamsul Taviansyah,SE (Koordinator) 

2.      Khairil Anwar, SH

3.      Sabli H. Bakri

4.      Ismail Ahmad

5.      Zakaria H.A. Karim

6.      M. Thaha H.A. Rahman

7.      Ismail H.A. Karim

8.      Ahmad Dwi

9.      Usman M. Thahir

10.  Tarmizi

 

F. Perekonomian & Usaha Dana                   :

1.      H. Burhan H. Abu Bakar (Koordinator)

2.      Ir. Ahmad Sya’dudin Tufta’zany, MM

3.      Riza Nirwan, SE

4.      Agus Susila, SE

5.      Juremy Ramlan

6.      H. Sofwandi, SE

7.      Iwan Darmawan

8.      Asmunandar

9.      Ibrahim Markus

10.  Ismail Sanusi

 

G. Pembangunan, Peralatan & Perawatan    :

1.      Ir. Mizan Mukti (Koordinator)

2.      A.Wahab H.A. Gani

3.      Ir. Haryanto

4.      Ir. Firmansyah, MM

5.      Andrian, SE

6.      Alfian, A.Md

7.      Jafri H. Nuncik

8.      Thalib M. Thahir

9.      A.Rauf H. Zakaria

10.  M. Saad

11.  Marzuki

12.  Eli Mawandi

13.  Abdurrahman.

 

 

 

UNIT USAHA / KEGIATAN DI LINGKUNGAN

YAYASAN IKHWANUL MUKMININ

SUNGAI RAYA DALAM II PONTIANAK

 

NO

NAMA USAHA /

KEGIATAN

TAHUN BERDIRI

NAMA

PIMPINAN

PERIODE

01

BAITUL MAAL WATTAMWIL ( BMT)

KSU BMT IKHWANUL MUKMININ

27 SEPTEMBER

2000

M. NUR HASAN

M. NUR HASAN

2000-2005

2005-2010

02

REMAJA ISLAM MASJID IKHWANUL MUKMININ

( RIMIM )

28

SEPTEMBER

2000

KHAIRIL ANWAR

M. RISAI YOPPI

ISMAIL AHMAD

2000-2002

2002-2005

2005-2007

03

TAMAN KANAK-KANAK AL-QUR’AN (TKA – TPA)

MASJID IKHWANUL MUKMININ

01

OKTOBER

2000

M. SANUSI H.A. KARIM, A.Ma

2000-2004

04

PROGRAM BEA SISWA ANAK ASUHAN (bantuan awal 10 juta dari Pak Akmal)

30

AGUSTUS

2001

Ditangani Langsung oleh Badan Pengurus Yayasan

2001-2006

 

05

TIM HADRAH MASJID IKHWANUL MUKMININ

26

OKTOBER

2001

M. SANUSI H.A. KARIM, A.Ma

2001-2006

06

UNIT PENGUMPUL ZAKAT

( UPZ ) MASJID IKHWANUL MUKMININ

27

NOPEMBER

2001

H.M. THAHIR H. BIDIN

H.A.RAHMAN HM, S.Pd.I

2001-2006

 

2006-2011

07

PERPUSTAKAAN MASJID IKHWANUL MUKMININ

 

Pengurus Harian Yayasan

 

08

PROGRAM SERIKAT TOLONG MENOLONG

 

Pengurus Harian Yayasan

 

09

TIM FARDHU KIFAYAH

MASJID IKHWANUL MUKMININ

 

TAKMIR MASJID IKHWANUL MUKMININ

 

10

BAITUL MAAL IKHWANUL MUKMININ

2006

Hj. Anita Aslirosa

 

 

Yang tidak kalah menggembirakan adalah dibentuknya Remaja Islam Masjid Ikhwanul Mukminin ( RIMIM ) yang bertujuan untuk kaderisasi remaja-remaja Islam dalam pembentukan insan yang kuat dalam sisi jasadiayah dan bathiniyah.

Adapun struktur kpengurusannya adalah sebagai berikut :

 

 

Lampiran : SURAT KEPUTUSAN BADAN PENGURUS YAYASAN

IKHWANUL MUKMININ PONTIANAK

T e n t a n g

STRUKTUR ORGANISASI DAN PERSONALIA

PENGURUS REMAJA ISLAM  MASJID IKHWANUL MUKMININ

Periode 2005-2007

Nomor   : 027/YIM/SRD/05/1426 H

 

Dewan Pembina          : 1. Ahmad H. Ismail

                                      2. Burhanuddin M. Thahir

                                      3. Khairil Anwar, SH

                                      4. Sabli H. Bakri

                                      5. M. Risa’i A. Wahab

 

Ketua                          : Ismail Ahmad

Wakil Ketua                : M. Thoyib H.M. Thahir

Sekretaris                    : Wiwin Hadinata Ahmad

Bendahara I                : Syamsurizal Yahya

Bendahara II   : Fatmawati A. Rasyid

 

Seksi-Seksi                  :

1. Dakwah dan Pendidikan :

Koordinator    : Rahmad Sadeq

            Anggota          : Haidi M. Thahir

                                    : Zulaiha

                                    : Siti Aisyah

2. Hubungan Masyarakat (Humas) dan Dokumentasi :

            Koordinator    : M. Syafrin Musa

            Anggota          : Nuri Novia Wulandari

                                    : Siti Aminah

3. Olah Raga, Seni dan Budaya :

            Koordinator    : Syamsurizal

            Anggota          : Agus Ramadhani Ahmad

                                    : M. Tasyim H. Syafei

                                    : Nasruddin H.A. Wahab

4. Usaha Dana :

            Koordinator    : Baharudin

            Anggota          : Ibrahim Markus

                                    : Asmunandar

5. Perlengkapan dan Pemeliharaan Lingkungan :

            Koordinator    : Ismail Sanusi

            Anggota          : Dodi Sugianto

                                    : M. Sa’ad

                                    : Burhanuddin Usman.

 

 

Dari awal dibentuknya RIMIM sudah memberikan nuansa baru bagi Masjid Ikhwanul Mukminin, baik dari segi peribadatan maupun dari segi kesenian. Remaja seperti yang kita tahu adalah generasi yang penuh dengan semangat dan ide-ide segar. Dengan dibentuknya remaja-remaja ini diharapkan menjadi cikal bakal kemajuan Islam di daerah Sungai Raya Dalam.

Masjid Ikhwanul Mukminin tidak pernah mati dengan Program-program kemasjidan, dak tak pernah bosan untuk mengajak pada kebaikan dan selalu memberikan wacana-wacana baru dalam pengembangan fungsi masjid tersebut. Saya akan memaparkan beberapa Program yang telah berjalan di Masjid Ikhwanul Mukminin sebagai bukti bahwa Masjid tidak hanya digunakan sebagai Tempat Shalat saja, tapi Masjid dapat digunakan untuk apapun selama itu bermanfaat bagi ummat islam itu sendiri.

 

 

SYARIKAT TOLONG MENOLONG ( STM )

Syarikat Tolong Menolong dicetuskan Oleh Bapak H. A. Effendi Lubis, SE. sebagai Ketua Umum beliau selalu memunculkan ide-ide baru yang efektif dalam pemberdayaan ekonomi ummat Islam di kawasan Sungai Raya Dalam. Tidak sebatas ide beliau aktif dan selalu mengawasi setiap aktifitas-aktifitas di Masjid sehingga proses ibadah vertical dan horizontal dapat terwujud dan berjalan secara beriringan.

Program ini adalah sejenis tabungan bulanan yang berisikan pos infaq, pos zakat, pos tabungan qurban dan pos jariyah.

Selama program ini berlangsung terasa betul manfaatnya bagi seluruh jama’ah dan warga sekitar yang memang perlu dibantu dan dalam kesulitan ekonomi. Masyarakat merasa bahwa Masjid memperhatikan mereka dan Masjid peduli tentang mereka.

Terbukti setelah program ini dijalankan jumlah qurban meningkat secara significant lewat tabungan qurbannya.

Masyarakat juga merasa terbantu, saat ada musibah kematian mereka mendapat bantuan dari Masjid untuk membeli peralatan Fardhu Kifayah.

Pendeknya, Masjid selalu ada untuk Masyarakat dan Masjid adalah milik Masyarakat.

Setelah Program ini berjalan, kembali Masjid Ikhwanul Mukminin menggelar Tabungan Infaq Baiti Jannati yang begitu membantu masyarakat kelas menengah kebawah dengan Program andalannya yaitu beasiswa dan Bimbel UAN gratisss.

Alhamdulillah, semua itu berkat bantuan dari Allah dan seluruh Jama’ah Masjid Ikhwanul Mukminin Sungai Raya Dalam Pontianak. Sehingga tujuan kita untuk menjadikan Masjid sebagai tautan hati insya Allah dapat terealisasi di Masjid yang kami cintai ini. Dan insya Allah Masjid Ikhwanul Mukminin akan selalu berbenah diri dan mengadakan perbaikan fisik dan fungsi serta pengembangan SDM secara berkala.

Dan kami mengharapkan do’a dari seluruh pembaca, agar kami tetap dapat Istiqomah dalam perjuangan suci ini mengharapkan ridha dari Ilahi Rabbi.

ANA AL-HAQ

Filed under: Uncategorized

Saat Kukatakan ANA AL-HAQ lewat lisanku,
Mungkin Aku akan dipancung
Jika Kukatakan ANA AL-HAQ lewat hatiku,
Aku adalah orang yang penuh keraguan.
Tapi jika kutakan lewat RasaKu, Bahwa ANA AL-HAQ
Berarti Aku dalam kebodohan.
Itu adalah puisi cinta tentang paradigma ANA AL-HAQ yang dicetuskan oleh Mansur Al-Hallaj beberapa abad yang lalu, bagaimana kita sebagai muslim yang hidup pada abad modern ini menyikapi tentang ungkapan tersebut. Beliau telah hidup beberapa abad yang lalu tapi pandangannya tentang Tasawuf masih menjadi percakapan para ahli Islam sampai pada saat ini.
Apakah beliau “SESAT” ?
Atau Al-Hallaj adalah “MURTAD”?
Mari bersama kita menjelajahi pola fikir beliau yang merupakan idola hidup saya, dan saya akan mencoba menarik benang merah terhadap apa yang terjadi pada PENYIKSAAN PAHAM yang dilakukan oleh ahli fiqih pada saat itu pada Tokoh Besar seperti Mansur AL-HALLAJ.
KONSEP ANA AL-HAQ
Jika kita katakan pada orang awam yang baru belajar syari’at Islam tentunya perkataan ini sangat berat dan tentunya tidak bisa diterima oleh akal mereka, karena pengetahuan dan pengenalan mereka terhadap Tuhan masih sangat rendah. Bagaimana mungkin akan mengenal Tuhan jika pengamalan terhadap Syari’at Islam belum dipelajari secara utuh dan Kaffah. Dan inilah yang terjadi pada Mansur Al-Hallaj beberapa abad yang lalu, beliau menyampaikan rahasia Tuhan pada orang yang belum kenal dengan Islam. Dan pada akhirnya beliau dihukum atas perkataan yang sangat kontoversial pada saat itu, tapi jika beliau katakan pada saat ini, dan beliau katakan pada saya, saya akan langsung mencium kaki beliau sebagai tanda penghormatan atas ketinggian ilmu beliau dan cinta beliau kepada Tuhan.
Apa Konsep yang terkandung dari perkataan beliau ?
a. Cinta, Karena cinta yang begitu dalam pada yang dicintainya akhirnya dia memposisikan dirinya sebagai sesuatu yang dia cinta. Ini adalah hal yang sangat lumrah, manifestasi dari rasa cintanya diaplikasikan pada ibadah sempurna yaitu selalu bersama dengan apa yang dicintainya setiap waktu, dengan cara memposisikan diri sebagai Tuhan maka beliau dapat selalu mengingat Tuhan dan selalu bersama Tuhan disetiap waktu dan gerak, dimanapun ia berada selalu bersama Tuhan, disaat jaga dan tidur, disaat sakit dan sehat.
b. Rindu, Karena cinta yang mendalam terhadap tuhan, mengakibatkan kerinduan yang tak terhingga sehingga keluar dari mulut para pecinta perkataan yang terkadang tidak dimengerti oleh para awam, tentunya perkatan-perkataan yang keluar dari para pecinta tersebut hanya dapat dimengerti oleh para pecinta pula, Syech Abdul Qadir Al-Jili mengatakan “jika, Mansur AL-Hallaj hidup pada zamanku, maka akan kujaga dia”. Nah, ini adalah suatu bukti dari rasa cinta yang mengakibatkan rindu yang begitu dalam, sehingga keluar kata-kata yang begitu indh dari mulut para pecinta tersebut, Al-Yazid Al-Busthami “Subhani”……! Apakah yang disucikan beliau adalah Dirinya secara Zahir atau sesuatu yang sanagat dia rindukan.
Jika kedua konsep sederhana tadi dapat kita mengerti dan kita rasakan dengan hati yang penuh cinta, maka kita akan merasakan seperti yang beliau rasakan. Bukan berarti kita menjadi Tuhan, tapi kita selalu bersama Tuhan disetiap tempat, dan setiap waktu. Cinta kadang membuat orang tampak gila dan diluar batas rasional, tapi jika kita mneyelami lautan cinta Allah maka kegilaan bukan hal yang harus ditakuti, tapi saya akan menjadi orang yang sangat beruntung jika bisa mendapatkan predikat “gila” tersebut.
Bagaimana agar tahapan “kegilaan” tersebut dapat menjadi bagian dari diri kita ?
Tentunya banyak cara dan sistem yang perlu dilakukan untuk sampai pada tahapan tersebut. Konsep hanya merupakan kaidah kasar yang bisa memberikan kita pencerahan, tapi semua tergantung pada diri kita masing-masing. Untuk mendalami kedua konsep sederhana tersebut tentunya yang perlu kitalakukan adalah hal sederhana pula, yaitu belajar untuk mencintai Allah dengan ikhlas dan dengan sepenuh jiwa. Karena hanya dengan mengingat Allah dan mencintaiNya maka kita akan selamat hidup di dunia dan akhirat kelak.
Kecintaan pada sesuatu akan merubah gaya hidup seseorang dan cara pandangnya terhadap hidup ini, saya beri contoh ; ketika kita mencintai seseorang gadis maka yang ada dalam fikiran kita hanya bagaimana dapat bertemu, berbagi dan membahagiakan gadis tersebut. Apapun akan kita lakukan untuknya, dan kita rela berkorban apa saja untuknya, dan kita kan merasa tersiksa jika gadis tersebut dalam kesedihan dan kita berusaha menjadi pejuang untuk menghilangkan kesediahan tersebut dari si gadis tadi.
Lalu, bagaimana jika cinta mencintai Allah, apakah kita akan mengecewakan dan menyia-nyiakan cinta Allah tersebut, atau kita akan menjaga cinta itu sampai sang azal datang pada kita. Tentunya jika kita merasa bahwa kita mencintai Allah, maka kita akan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk Kekasih kita, lewat peningkatan ibadah zahir dan bathin. kita akan berjalan di muka bumi ini dengan tersenyum bangga dan kita terlepas dari seluruh ikatan kebendaan, cinta kita murni dan tidak pernah mengharapkan selain dari yang kita cintai.
Bercintalah dengan Allah karena hanya dia yang sanggup membalas cinta kita.

Cinta Sejati

Sayap-sayapku yang kupakai terbang telah patah
Bagaimana aku akan sampai kepadamu
Perahuku telah hancur
Dalam perjalanan cinta mencarimu

Seluruh kata telah kuganti dengan namaMu
Seluruh rasa telah kuberikan untuk mencintaiMu
Cinta yang utuh ini akan kupersembahkan
Mengharap cinta sejati dari pemilik cinta

Wahai pemberi rasa,
Anugerahkan rasa dalam kalbu
Penuhkan dengan cinta
Sehingga tidak ada yang lain.

Tentunya untuk mendapatkan cinta sejati dari Tuhan tidaklah semudah yang kita bayangkan, tapi tidak mustahil didapatkan. Tentunya anda tahu bahwa untuk mendapatkan cinta seorang gadis saja, kita sebagai “pejantan tangguh” harus berkorban terlebih dahulu. Apalagi cinta dari Allah SWT, Zat termulia dan terindah.
Islam adalah agama cinta, pembahasan tentang khazanah cinta ini telah dikemukakan oleh beberapa sufi klasik islam. Dunia sufi klasik telah membuka lebar tentang paradigma cinta yang mungkin pemeluk islam pada saat ini sudah dan hampir melupakan teori-teori cinta islam itu. Rabi’ah al-adawiyah berkata dalam sebuah syairnya :
“Ya Allah”. Demikian munajatnya dalam suatu malam. “saat ini gelap telah menyelimuti bumi. Lentera-lentera telah dimatikan, dan para manusia telah berdua-dua dengan kekasihnya. Maka, inilah aku mengharapkanMu”.

Rabi’ah menyerahkan dirinya secara totalitas kepada kekasihnya, tatkala seluruh manusia memberikan cintanya kepada kekasih selain Allah. Ini adalah sebuah gambaran tentang cinta kepada Allah SWT. Cinta tidak hany sekedar kata dan janji belaka, tapi memerlukan sebuah pembuktian. Tapi sebagai manusia dengan iman kita harus meyakini
sesuatu bahwa cinta Allah diatas segalanya. Seperti FirmanNya dalam surah Al-Maidah, Ayat 45 :
Artinya :”Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah Lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui”.

Dan Allah juga berfirman dalam surah Al-Baqarah Ayat 165 :
Artinya : ”Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)”.

Dari kedua ayat diatas Allah menggambarkan kepada kita Allah akan menurunkan kepada penduduk bumi Ahli-Ahli cinta untuk memberikan kedamaian kepada seluruh umat islam dan akan menggetarkan kafir akan cinta Islam. Dan Allah memberikan awarning tentang siksaan bagi Pecinta selain Allah.
Cinta Islam meliputi semua hal dan selalu ada setiap zaman dan mampu menmbus wakru dan ruang, karena cinta adalah suatu yang abstrak, keabstarakan cinta yang memberikan sentuhan lebih indah untuk cinta itu sendiri.
Bagaimana umat Islam mampu mengimplementasikan gerakan cinta Allah ini dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi tauladan bagi seluruh umat di dunia bahwa hanya dengan cinta kita akan damai, dan kedamaian akan hadir saat kita bercinta dengan Zat termulia.
Inilah yang menjadi landsan setiap Ahli-Ahli Allah di dunia dalam menyikapi kehidupan dunia yang begitu bobrok dan hancur. Jika tidak dari sekarang kita memulai untuk mencintai Allah maka kita kan menjadi orang yang tak punya hati, dan saat itulah kita akan menghalalkan segala cara dan menghalalkan apa-apa yang telah diharamkan oleh Allah.
Karena cinta Mansyur Al-Hallaj rela mati demi Allah, bukti dari kecintaan itu akan menjadi sebuah sejarah. Karena cinta tak akan lekang dimakan usia, berabad yang lalu cinta Al-Hallaj bersemi tapi harumnya masih tercium sampai sekarang. Itu adalah sebuah realita cinta yang begitu indah. Pecinta akan memberikan apapun untuk yang dicintaiNya, nyawa dan raga bukan sesuatu yang lebih berharga dari CINTA.

BERJUMPA DIRI

Betapa mulia Rasulullah yang menatapMU
Hilanglah dunia dan isinya saat perjumpaan
Tak ada syurga dan neraka dalam fikiran
Nikmat mengalir diseluruh jasad Penuhi dengan nur sejati
Pemilik dari yang memiliki

Kutunggu saat perjumpaan
Hilang segala kenikmatan
Saat puncak segala rasa di kelopak mata
Kalahkan seluruh lezat dunia

Bergetar seluruh tubuh saat kehadiran
Walau tak nyata dalam bayangan
Yang ada hanya kekosongan
Berisi dengan kesempurnaan

Kenikmatannya hilangkan segala Tanya
Lenyapkan keraguan
Yang ada hanyalah penantian
Bila saat perjumpaan sejati
Seperti berjumpa dengan diri


 
Setelah Proses cinta telah dimulai maka kita sebagai makhluk yang lemah akan terus menggali dan mencari nuansa keindahan Allah dengan jalan “bertemu dengan Allah”. “Dirikanlah shalat seolah-olah engkau melihatKu, tapi jika egkau tak mampu maka Aku selalu melihatMU”. Perkataan ini sarat dengan nilai ketuhanan, dan penuh dengan cinta karena yang mampu bertemu dengan Allah hanya orang yang mencintaiNya dengan hakikat cinta ahli syurga.
Allah adalah LA TA’YUN dan tak ada satupun yang mampu menembus rahasia Allah tersebut. Allah memberikan kepada kita sebuah amanah cinta pada apa yang telah diciptakanNya di dunia ini. Jika cinta kita telah meliputi semesta alam ini maka Allah akan menampakkan dirinya dalam manifestasi kesempurnaan ciptaanNya.
Saat Rasulullah menerima perintah Shalat, beliau diberikan kado terindah dari Sang Pencipta yaitu bertemu dengan yang dicintaiNya. Allah akan memberikan kado tersebut kepada siapa saja yang mengganti seluruh cinta di hatinya hanya untuk Allah.

Setelah Proses cinta telah dimulai maka kita sebagai makhluk yang lemah akan terus menggali dan mencari nuansa keindahan Allah dengan jalan “bertemu dengan Allah”. “Dirikanlah shalat seolah-olah engkau melihatKu, tapi jika egkau tak mampu maka Aku selalu melihatMU”. Perkataan ini sarat dengan nilai ketuhanan, dan penuh dengan cinta karena yang mampu bertemu dengan Allah hanya orang yang mencintaiNya dengan hakikat cinta ahli syurga.Allah adalah LA TA’YUN dan tak ada satupun yang mampu menembus rahasia Allah tersebut. Allah memberikan kepada kita sebuah amanah cinta pada apa yang telah diciptakanNya di dunia ini. Jika cinta kita telah meliputi semesta alam ini maka Allah akan menampakkan dirinya dalam manifestasi kesempurnaan ciptaanNya.Saat Rasulullah menerima perintah Shalat, beliau diberikan kado terindah dari Sang Pencipta yaitu bertemu dengan yang dicintaiNya. Allah akan memberikan kado tersebut kepada siapa saja yang mengganti seluruh cinta di hatinya hanya untuk Allah.
“KADO TERINDAH

Ya Allah…
Hari ini aku rasakan begitu besar CintaMu pada hambaMu ini…
Ya Allah…
Begitu banyak keindahan dalam kehidupanku, sampai aku lupa itu datang dariMu
Ya Rabb…
Hari ini Kau berikan Hadiah terindah yang tak akan pernah aku lupakan sampai aku menutup mata ini…
Wahai Tuhan…
Walau hanya terbaring di kesakitan, aku dapat merasakan cinta dan kasih sayang yang Kau anugerahkan pada hamba yang selama ini hidup dalam kesombongan dan dalam kegelapan dosa….
Alhamdulillah… Alhamdulillah
Engkau sadarkan aku dari tidurku yang sudah begitu lama mengurungku dalam buaian kenistaan dunia yang membuat aku bermimpi akan bahagia…
Engkau buka hatiku dengan cahaya yang begitu indah walau aku tak sanggup buka mataku ini…
Wahai yang memiliki nafas ini…
Sakit ini hanyalah media agar aku sadar bahwa engkau tak pernah mengurangi cintamu padaku sedikitpun…
Sakitku ini adalah ampunan dariMu saat aku tenggelam dalam lautan kefasikan yang begitu dalam…
Sakitku ini adalah bukti bahwa kau selalu menyayangiku dan terus mengawasiku…
Ya Allah….
Cintamu yang begitu Agung kujual dengan sesuatu yang tak berharga…
Cintaku kuberikan pada onggokan daging dan belulang yang pasti binasa…
Dan cintaku terhadap dunia ini membuat aku jauh dariMu Ya Allah…

Tapi, lewat sakit ini aku syukuri semua cinta yang ada pada diriku lewat ibadah…
Aku sadar bahwa cinta yang aku semai di dunia tak akan pernah berbuah jika cintaku terpatri untuk dunia…
Dan aku tanamkan dalam hatiku bahwa cinta ini hanya pantas aku berikan kepadaMu karena engkaulah Sang Pemilik Cinta…

Terima kasih Ya Allah atas Kado indah ini…..
Alhamdulillah

Seluruh manusia mempunyai kesadaran akan nilai ketuhanan dan berusaha untuk menghampirinya, rasa ketuhanan adalah perbendaharaan dasar dari seorang insane, karena dasar manusia merupakan manifestasi kesempurnaan Tuhan. Tapi kebanyakan manusia baru menyadari nilai-nilai tersebut ketika telah mendapat terguran dan peringatan dari sang pemilik ruh mulia ini. Mereka introspeksi diri mereka yang lemah menghadapkan wajah kepada yang Maha Sempurna.
Insan Kamil Mukammil adalah gelaran yang diberikan pada manusia yang telah menghadapkan wajah bathiniyahnya kepada wajah Agung Allah secara kaffah. Manusia akan merasakan getaran ketuhanan melalui beberapa tahap keruhanian yang diindakisakan dengan titik pada huruf. Titik adalah tanda nafsu keduniaan yang mengakibatkan manusia tidak bias menghadapkan wajahnya secara terus menerus. Titik itu yang mengombang ambingkan diri sejatinya seorang manusia dan mengakibatkan manusia tersbut semakin jauh dari Allah Pemilik Jiwa. Titik tersebut adalah nafsu yang menggerogoti dan menjatuhkan manusia dari alam ketuhanan jatuh terjerembab ke alam rendah insaniyah bahkan banyak manusia yang telah dikuasai titik tersebut dan titik itu menggiring mereka ke alam hewani yang sangat rendah. Sejatinya manusia yang telah mengenal Tuhannya akan menjadi bangkai berjalan, tak mempunyai nafsu rendah dan memilki nafsu syurga.
“BANGKAI BERJALAN

Bukanlah raja yang akan mencukupi rizkimu saat engkau dalam kekurangan
Bukanlah tabib yang akan sembuhkan jika engkau dalam sakit yang berkepanjangan
Bukanlah kekasih yang akan menghilangkan rindu saat engkau dalam kesendirian

Engkau hanyalah bayi kecil
Engkau adalah orang mati
Engkau tidak lebih dari bangkai berjalan

Bukankah diammu adalah diamNya Allah, dan gerakmu adalah GerakNya jua.
Tak ada sedikitpun diluar kekuasaan ilmu Allah
Semuanya ada dalam genggamanNya

Bukalah mata hati agar dapat mengerti makna seorang bayi
Bukalah mata hati agar kau tahu apa yang bisa dilakukan oleh orang mati
Bukankah hakikatnya engkau tiada
Yang Ada hanyalah Zat Allah SWT

Ya Rabb jasad ini
Berilah Hamba ilmu sejati
Hingga Hamba dapat mengenali hakikat diri
Dan dapat merasakan Zat Kesempurnaan yang Kau miliki.

Manusia hanyalah bayi kecil, orang mati dan tak lebih dari bangkai berjalan. Semua kekuatan dan kekuasaan adalah milik Allah dan kita hanya manifestasi dari kekuatan tersebut. Jika Allah berkenan memberikan kesejatian ilmu, maka kita akan merasakan indahnya hidup bersama Allah disetiap waktu dan di seluruh tempat, kita selalu dan selalu bersama Allah.
Kesejatian diri dan kesejatian ilmu hanya dapat diperoleh ketika kita telah memfana’kan jasadiyah kita kepada diri bathiniyah. Tentunya dalam perjalanan ini kita tidak bisa serta merta meninggalkan jasad ( Syariat ). Karena hakikat tanpa syariat akan menjadi sia-sia belaka. Syariat merupakan pencerminan jiwa suci hakikat diri, tidak akan mungkin didapati kesempurnaan pengenalan tanpa melewati jalan jasadiyah ini.

INSAN SEJATI

Tiga hal yang jangan pernah kau lupakan
Agar kau bahagia dalam kefanaan
Dan sentosa dalam keabadian

Pertama yang harus kau kerjakan adalah menjauhi laranganNya walau kau sangat menyukainya, karena itu hanya jebakan syaithan yang akan menggiringmu ke lembah hina.
Jika kau sudah terlanjur masuk, maka cepatlah keluar dengan bertaubat,,
Jangan pernah kau ingat dan kau ulang, itu adalah perbuatan sesat yang akan menjauhkanmu dari Maha Rahman.

Kedua adalah kerjakan selalu perintahnya walau itu sangat berat bagimu. Karena saat kau mengerjakan perintahNya, engkau akan melihat keAgunganNya, dan yakinlah engkau selalu dalam perlindunganNya.

Yang ketiga ridhalah atas apa yang terjadi padamu maka Allah pun akan meridhaimu, singkirkan hayal dan angan yang akn membuat dirimu menjadi hamba-hamba yang malas dalam beribadah.

Mengerjakan perintah adalah mutiara, dan menjauhi larangan adalah cangkangnya… jika kau ingin melihat keindahan mutiara bukalah dengan keridhaan. Maka kau akan menjadi insan sejati yang mengerti makna sebagai seorang hamba.

Wahai saudaraku….
Lakukan ketiga hal ini sekuatmu
Walau darahmu sebagai gantinya
Allah akan naungimu dengan mahabbahnya
Dan akan memberikanmu Tauhid Sejati
Yang telah menjadi impian setiap hamba

Sebelum kita membicarakan konsep Ana Al-Haq lebih jauh kita seharusnya kembali kepada tuntunan syariat secara benar, baru setelah itu pemahaman kita terhadap Tuhan dapat kita luruskan dan kita dapat menarik garis merah terhadap ungkapan mulia tersebut. Kita harus mengerjakan perintahNya zahir dan bathin serta menjauhi laranganNya serta redha atas keputusan azaliNya.


“KETETAPAN AZALI

Aku tahu…
Rizkiku tidak akan pernah diambil orang lain
Karenanya aku sabar dalam ikhtiar

Aku tahu…
Allah telah persiapkan jodoh untukku
Karenanya aku ikhlas dalam penantian

Aku tahu…
Maut pasti datang padaku
Karenanya istaqamah aku dalam pengabdian

Rizkiku kusyukuri
Jodohku kubanggakan
Mautku sudah lama kunantikan
Karena semuanya adalah nikmatmu
Yang sudah menjadi ketetapan azali
Bagi setiap makhlukmu

Saat maut telah datang
Sempurnalah rizki dan jodohku
Bertemu Tuhan seru sekalian Alam
Yang telah aku dambakan siang dan malam

Sebelum kita bertanya tentang konsep WAHDATUL WUJUD yang kontoversial bagi beberapa ulam, kita seharusnya berbenah diri dan bermuhasabah tentang diri pribadi kita masing-masing, dimana kita menempatkan Allah dalam kehidupan kita. Apakah kita menempatkanNya di hati kita atau kita hanya tempatkan Dia di KTP saja sebagai bikti bahwa kita beragama. Jangan sampai kita menjadikan Allah sebagai second place dalam kehidupan kita, kita harus segera memperbaiki diri dan menjaga hati agar waktu yang tersisa dapat kita gunakan untuk bercinta dengan Allah.

“WAKTU”

Waktu membawa sebuah pesan kedalam hati yang terhanyut dideras gelombang kehampaan…
Waktu memberi harapan akan sebuah cinta di kejauhan lembah kesendirian…
Waktu telah cukup menjadi guru untuk mencari kesejatian hidup…
Waktu adalah teman sejati yang selalu bersama dalam tangis dan air mata…
Waktu juga sebagai orang tua yang telah membesarkan anak kecil yang lemah penuh dengan angan dan pinta…
Waktu adalah senjata yang bisa menolong tetapi terkadang dia juga bisa membunuh…
Waktu terus bergulir dan tak akan pernah berhenti sampai akhir dari sebuah cerita…

Waktumu hanya tinggal satu tarikan nafas saja…
Waktumu hanya beberapa kedipan mata…
Waktumu tak lebih dari selangkah kaki lemahmu…
Waktumu tak lebih dari satu gerakan…

Gunakan waktumu untuk cinta…
Karena waktu begitu berharga untuk sebuah kebencian…
Gunakan waktumu untuk ibadah…
Karena waktu sangatlah mulia untuk sebuah dosa…

Waktu adalan intan yang harus kau jaga dan pelihara dari sebuah kebusukan yang akan membuatmu menyesal saat waktumu telah berakhir…

Waktu terus berlalu, dimana kita berada sekarang, menjadi apa dan siapa kita nantinya adalah proses panjang yang memerlukan sebuah kesabaran dan riadah tanpa henti. Jangan sampai waktu dipergunakan dengan sia-sia dan tanpa makna, karena setiap diri harus bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Proses panjang pembentukan gelar sebuah ketaqwaan merupakan sebuah penjara diri, agar taqwa yang telah diraih tidak menjadi kemunafikan dan kefasikan belaka.

“Seribu Cahaya Hewani”

Kosong….
Telah rasuki diri
Penjelmaan dari titik-titik hitam yang menghilangkan seribu cahaya
Dari hati para pencinta

Dahaga yang lama tertahan
Dilampiaskan dengan nafsu hewan
Lapar yang tak terhingga
Binasakan rasa hakikat cinta

Kenikmatan sesaat dunia
Telah hancurkan tembok-tembok taqwa
Runtuh menjadi puing dan bongkahan belaka
Tanpa arti dan makna

Kemulian yang disandang
Berkat ruh yang mulia
Telah menjadi hina
Tak lebih dari seekor hewan

Dalam teologi islam terdapat tokoh-tokoh yang mencetuskan  wacana kontroversial yang tersimpan indah dalam khazanah ilmu Islam. Salah satunya adalah Mansyur AL-Hallaj lewat Prinsip WAHDATUL WUJUD yang memberikan nuansa keindahan tentang Islam yang dipandang sebagai sebuah kesesatan pada zamannya, begitu juga yang terjadi dengan A’yan Al-Qudait, Hamzah Fanshori serta Syech Siti Jenar lewat Manunggaling Kaulo Gustinya. Apakah tokoh-tokoh itu yang sesat? Atau peengikutnya atau orang Islam pada saat itu yang tidak dapat mengartikan cinta yang begitu besar dari tokoh-tokoh tersebut kepada Tuhannya, roda-roda cinta yang terputar itu terlalu indah sehingga mereka tidak dapat menghentikannya dengan sekedar rem saja, tapi harus memetahkan lidi-lidinya dan menghancukannya agar roda tersebut tidak berputar lagi.

Keyakinan akan kebenaran Tuhan yang terpatri dalam sebuah bajana emas yang terbungkus rapi di dalam kaca-kaca yang dijaga siang dan malam sehingga menyibak tabir rahasia Tuhan, tapi alangkah ruginya ketika tabir tersebut terbuka umat Islam menutupnya kembali dengan dalih sebuah kesesatan dan kekafiran. Jadikan diri kita raja bagi diri kita sendiri, jangan sampai kita terpengaruh dengan faham-faham yang mengatas namakan Islam tapi didasari dengan kebencian.

“RAJA BODOH

Wahai raga yang begitu perkasa…

Kau berjalan diatas muka bumi dengan tebarkan aroma kesombongan dan keangkuhan…

Apakah kau lupa, engkau nantinya akan menjadi renta dan tak berdaya…?


Wahai jasad yang begitu mulia…

Kau memandang manusia dengan pandangan yang penuh kebencian…

Apakah kau tidak tahu bahwa manusia-manusia itulah yang akan mengusungmu dalam sebuah keranda saat engkau menjadi jasad buangan…?


Wahai tubuh yang sempurna….

Kau hinakan seluruh makhluk Allah dengan kecantikan yang sejatinya hanyalah sementara…

Apakah kau tidak sadar… bahwa tubuh itu akan menjadi keriput dan tua…?


Wahai badan yang indah….

Kau anggap dirimu adalah raja dan kau tega memperbudak sesama….

Apakah kau yakin bahwa kerajaan yang kau miliki masih akan ada esok pagi, saat matahari hadir tuk sadarkan para raja yang lupa siapa dirinya…?


Bangunlah….. Bangunlah…..!

Saat ini engkau sedang tertidur, dan engkau terbuai dalam mimpi dunia yang mabukkan raja-raja sepertimu…

Sadarilah bahwa kerajaan yang engkau bangun akan hancur saat kematian menjemputmu

Sadarilah engkau akhirnya hanya akan menjadi onggokan daging tak berharga….


Persiapkan dirimu sebelum fitnah kubur datang padamu

Pada saat itu tidak ada gunanya keperkasaan, kecantikan dan kemuliaan…

Gelar raja yang kau sandang akan segera terbuang…

Dalam kegelapan itu kau akan benar-benar menjadi hamba sahaya….

Dan pada saat itu yang dapat menolong dirimu hanyalah amal ibadahmu saat engkau berada di kerajaan dunia….


Jika kau adalah raja bijaksana

Maka bekalilah dirmu dengan bekal sebanyak-banyaknya….

Karena perjalanan yang akan kau tempuh sangatlah jauh….

Jika kau hanya membawa bekal seadanya…

Itu berarti kau adalah raja yang sangat bodoh…


Kemurnian hati dalam menyikapi setiap persoalan kehidupan tergambar dari sikap Syech Abdul Qadir Al-Jili yang mengatakan jika Mansyur Al-Hallaj hidup pada masaku tidak akan pernah kubiarkan satu orangpun mendekati Kekasih Allah tersebut, apakan lagi menyakitinya. Setiap orang memimpin kerajaannnya masing-masing, dan setiap diri akan diminta pertanggung jawaban atas apa yang telah mereka perbuat di muka bumi ini, kebaikan dan keburukan yang terjadi atas jasad ini merupakan tanggung jawab sang raja. Karena kebebasannya dalam memimpin terkadang kita akan mendapat kecaman dan hinaan dari raja lain, karena mereka merasa terusik dengan kebebasan raja-raja seperti Mansur Al-Hallaj yang tidak memerlukan bantuan raja manapun dalam perihal cinta pada Tuhannya yang mengakibatkan timbul fitnah yang mengatas namakan syari’at agama yang kemudian memberikan vonis hukuman kepada sang raja yang seharusnya diberikan penghargaan atas pencapain sebuah kebebasan dan kemuliaan diri saat selalu bersama Tuhan dan telah menghilangkan makna Syurga dan Neraka dalam sebuah ibadah, karena hakiat ibadah adalah saat bertemu dan bertatap wajah.

WAJAH AGUNG

Dalam gelap malam aku terjaga

Diterang cahaya aku memejamkan mata

Harapkan sinar dari sang Pencipta

Yang hembuskan cinta kedalam hati yang telah mati


Ketika cinta datang isi kekosongan jiwa

Bertebaranlah warna putih yang selimuti kegelisahan

Sinarnya mampu hancurkan kebendaan

Hilangkan keangkuhan dan kesombongan


Wahai Rabb….

Aku telah membodohkan diri

Mendamba cinta dari kehambaan

Inginkan hidup dari kematian

Citakan syurga untuk kediaman


Tapi dambaku menjadi bangkai

Inginku ciptakan siksa

Citaku wujudkan neraka


Wahai Ilah…

Neraka dan siksa akan menjadi Syurga

Jika Kau Lihatkan Wajah

Pada Hamba yang hina


Saat-saat pertemuan merupakan ekstase terbesar dari seorang Pecinta, ketika rindu telah berkecamuk dan hati telah bergemuruh dengan rasa cinta tak berbatas. Keangkuhan serta kesombongan yang menjadi pakain kita selama ini akan kita buang-bung jauh, karena kita tidak layak untuk memakai pakaian tersebut di dunia ini.

Saya tidak pernah mencoba menggiring pembaca sekalian kelembah kebingungan, tetapi saya mencoba membawa saudara sekalin kepada hakikat sebuah cinta dengan menggali sebuah kajian Islam yang mulai di kembangkan lagi dewasa ini. Insya Allah saya akan membawakan dan memaparkan tentang WAHDATUL WUJUD dan MANUNGGALING KAULO GUSTI lewat perspektif cinta bukan dengan dalil yang terkadang berbenturan dengn kaidah dan penafsiran yang berbeda bagi setiap orang. Tapi hakikat cinta adalah sama dan universal. Tidak ada bedanya antara cinta anda dan cinta saya, karena pada hakikatnya anda dan saya adalah dua nama satu makna.

Dalam sebuah pencapaian sebuah kebenaran tentunya kita memerluakn sebuah ketenangan dan menghidari berbagai maksiat yang bathin terlebih dahulu dan secara konstan mengerjakan perintah-perintah Syari’at. Setelah itu baru kita melangkah lebih jauh dengan meninggalkan maksiat bathin dan mengerjakan ibadah bathin. Karena pencapaian sebuah kebenaran tentunya memerlukan banyak waktu dan pengorbanan, tidak akan mungkin dengan serta merta kita langsung bias merasakan nikmatnya makrifat jika tidak pernah mengerjakan dan merasakan indahnya hidup dalam Syari’at. Dan yang tidak kalah penting kita harus mencoba menjauhkan diri kita dari keramaian dunia yang cenderung mengarahkan kita kepada maksiat dan mencoba uzlah seperti yang dilakukan baginda Rasulullah SAW sebelum menjadi nabi dan Rasul.

“UZLAH”

Sudah berpuluh tahun aku hidup di mayapada yang penuh dengan polesan kepalsuan syurgawi

Hariku kulewati dengan kesia-siaan ditengah berjuta kesenangan yang sejatinya akan membawa siksa

Kutenggelam dalam mimpi dan angan berbalut indah sembunyikan syahwat hina

Kuterbakar dalam dosa yang telah membumi hanguskan kemuliaan hati dan kefitrahan diri…

Ku beruzlah,,,

Menjauhkan diri dari keramaian dunia yang akan giring aku pada kefaqiran jiwa…

Kumencari kemuliaan di padang hina yang penuh dengan kotoran berbau kefasikan…

Kuberharap bertemu Kebenaran di lembah sunyi yang di penuhi dusta dan kemunafikan…

Ku bersatu dengan kekosongan setelah sekian lama dalam penantian…


Wahai pengatur Nafas ini….

Istiqamahkan hamba dalam pengabdian

Sampai saat pertemuan tiba

Sehingga hamba selalu bersama dengan Kebenaran

Sampai saat ruh mulia kembali kepada yang meniupkan

Ismail Ahmad >> Post

Filed under: Uncategorized

Ismail Ahmad › Create New Post — Wordpress Cognotent

December 22, 2007

AKULAH TUHAN

Filed under: Uncategorized

Mungkin kata-kata ini terlalu bernilai untuk didengar dan dikatakan,,,,
tapi kata-kata ini hanya milik Tuhan kepada manusia yang benar-benar telah merasakan cinta sempurna kepada Tuhannya.
ANA AL-HAQ ( AKULAH TUHAN ) adalah perkataan seorang bodoh yang merasa berilmu yang berada dalam gerbang kematian yang telah mengantarnya pada cinta sejati yaitu cinta Allah dalam setiap gerakannya,,,,,,,,

Mungkin ketika kita mendengar ucapan ini saat ini di tengah arus globalisasi dan demokrasi liberal yang sudah mulai ditranformasikan di negara kita Indonesia tercinta ini, maka kita akan mungkin menjadi salah satu orang yang mengkritisi atau kita akan berusaha mencari sebuah kebenaran lewat medial ilmu pengetahun atau kita akan berkelana dalam dunia cinta dan rasa seperti yang dilakukan oleh para pecinta…!

Baca lebih lanjut tentang ANA AL-HAQ ini di : http://www.anaal-haq.blogspot.com/


هرجا كه هست پرتو روى حبيب هست
انا الحق … انا الحق … دا ئې هغه غږ ؤ. دا ئې هغه نعره وه. خلقو به وېل که دې لېونې شوې دې. چا به وېل چې کفر وائي. چا پکښې اويل چې پانسي ئې کړئ ځکه چې دا کلمه، انا الحق، يواځې د الله زات له پاره دې. خبره خليفه مقتدر بالله (295-320هجري) ته اورسېده. خليفه د خلقو په وېنا عمل وکړو و دې ئې زندان کښ بندي کړو چې په خپل عمل باندې سوچ وکړي و په نېغه لاره راشي. د هغوئ مريدانو و نورو مشائخو هم ورته خواست وکړو چې دې کلمې نه منې شه خو هغه قرار نه شو. آخر هغه ته د مرګ سزا واوروله شوه.
د ذی القعده اتلسمې (18) نېتې، د 309 هجري کال کښ د منصور سزا باندې عمل وشو. ټول ښار د هغه سزا کتلو ته را غونډ شو. جلاد ته حکم وشو چې مخکښې به زر (1000) زله کوړې ور خلاسېدې شي و هغه نه روسته به سر ترې نه قلم کېږي. د خدائ قدرت ته ګوره چې تر آخري کوړې پورې منصور په سترګو کښ نه اوښکښې راغلې و نه خولې نه اوف قدرې اوتو. چې کله د سر قلم کېدو وار راغلې، نو جلاد ته بل حکم راغلې چې د سر نه مخکښې ئې ښپې و لاس پرې کړې شي.
خلقو کښې بې صبري راغله. يو تن منصور نه تپوس وکړو چې عشق څه ته وائي؟ منصور ورته وېل چې لږ وار پس به ئې په خپله ووينې. يو بل ترې نه تپوس وکړو چې ته دومره خوشحاله ولې ئې؟ دې ورته وائي زه خپل جانان ته روان ېم.
جلاد مخکښې ترې نه لاس پرې کړل. بيا ئې ښپې جلا کړې. چې کله ئې سر ته توره جږه کړه، منصور ناره کړه چې يه خدايه، چې څرنګه دې زه برکتي کړې يم، داسې دا خلق هم برکتي کړه. و دې سره هغه کار تمام کړې شو.
چې سر ئې زمکه ته پرېوتو، هغه ټول بې سا وجود نه انا الحق … انا الحق ورد شروع شو. منصور خو لاړو، خو ناره ئې لا نړه. خلقو فيصله وکړه چې مړ وجود ته دې اور ورته کړې شي. شيخ فريد الدين اټار په خپل کتاب تزکره اولياء کښ وائي چې هغه بدن ته اور ورکړې شو و ايرې ئې د دجله درياب ته واچولې شوې. خدائ قدرت ته ګوره چې دې درياب کښې د اوبو سطح دومره اوچته شوه چې خلقو زړونو کښ ډار پېدا شو چې بغداد به اوبو کښې ډوب شي. او دا خبره وه چې يو کس راغلو و اعلان ئې وکړو چې زما شيخ مرګ بدله کښې به ستاسو بغداد ښار اوبو کښې ډوب شي.
حماد بن عباس هم په زړه کښ ډار جوړ شو. حماد د خليفه تر ټولو کښ اوچت وزير ؤ و هغه د منصور سزا تېرولو د پاره په خپله موجود و. د هغه کس ځان ته را نزدې کړو و تپوس ئې وکړو چې ته داسې ولې وائې؟ هغه اويل چې زمونږ شيخ فرمان دې چې يو داسې وخت به راشي چې زه به مړ کړې شم، بيا به زما وجود وسېزېدل شي، او بيا به ئې درياب ته لړه کړې شي … درياب کښې به بيا سيلاب راشي و بغداد به پکښې ډوب شي. او که چرې ځما دستار اوبو ته لړه کړې شي نو سيلاب زور به تم شي. حماد هغه کس ته اوېل چې په منډه دې منصور دستار راوړي. چې کله اوبو ته ئې لړه کړه، په هغه سات اوبه کمې شوې. ټول خلق ئې په شش کښ واچول.
حسين منصور حلاج په بېضع کښ په 244 هجري کال پيدا شوې و. بيضع د ايران يو وړوکې غوندې ښاريه ده. دې په خپل پلار نوم باندې مشهور و ځکه چې هغه پلار اسلام قبول کړې وو و بيا ئې ايراق ته هجرت کړې و. په عربي ژبه کښې حلاج د ګډ وړۍ سکولوونکښي ته وائي. دا ئې دوئي ابائي روزګار و. د هغوئي سرچينې تعليم چا ته علم نيشته خو دومره پته ده چې منصور په شپاړس کاله عمر کښې له کور نه حق وصول د پاره اؤتو. دې ډير وليانو باندې وګرځيدو خو تسله ورته ملاؤه نشوه.
خدائ منصور ته ډير کرامات هم ورکړي ول. او دې کراماتو له وجه د ته مشکلات هم جوړ شوي ول. د به خلقو ته د زړونو حال وېل و په دې باندې خلقو دا وهم وکړو چې منصور خليفه مقتدر بالله پسې شوې دې چې هغه حکومت ړنګ کړي و په خپله خليفه جوړ شي. چې حماد بن عباس ته دا خبرې اورسېدې نو هغه د منصور ډير سخت دښمن شو ځکه چې هغه په خپله د خليفه توب عهدې ته پام و. هغه سازشونو شروع کړل چې په څه طريقه منصور نه ځان خلاص کړي.
شيخ منصور په 310 هجري کښې ونيول شو. شرعي عدالت هغه ته د مرګ سزا ورکړه خو خليفه وخت دا نه غوښتل چې دئ دې مړ کړې شي. په دې دوران کښې دوه قيصې وشوې چې زکر ئې ضروري دي.
يو ځل په زندان کښ منصور په زنځيرونو يو بند کمره کښې تړلې شوې و چې نا څاپه هغه نورو بنديانو مخته راغلو. ټول حيران شول چې دې خو بند و زمونږ مخته څرنګه راغلې. منصور ترې نه تپوس وکړو چې تاسو آزادېدل غواړې؟ بنديانو ورته وېل چې ته به مونږ څرنګه خلاص کړې چې ته په خپله باندې بند ئې. منصور ورته وېل چې دا کار ما له پرېږدې…. زه خو نه شم خلاصېدې ځکه چې زه د الله قېدي يم.
دې نه پس منصور د بنديانو ښپو ته اشاره کړه او دوئ ښپو زنځيران خپله مخه مات شول. بيا ئې ديوال ته اشاره کړه او ديوال کښې يو سورې جوړ شو. قيديانو منصور ته خواست وکړو چې دۍ دې هم دوئي سره ځان آزاد کړي خو منصور ورته وېل چې زما ازادي زما مرګ دې.
د حلاج مرګ
چې کله ټول بنديان وتښتېدل نو منصور خپل کمره ته راغلو. صبا ته چې سنتريان راغلل نو څه ګوري چې د قيد نه 300 بنديان تښتېدلي دي او د دوئ زنځيرونه او ديوالونه هر څه په خپل ځائ پراته دي. دوئي منصور نه تپوس وکړو چې دا 300 خلق چرته ورک شول؟ منصور ورته حق وېل چې دا ټول د په خپله آزاد کړي دي. چې حماد بن عباس ته پته ولږېده نو هغه د دې واقعه نه فائده واخسته و د قاضي نه ئې منصور خلاف د مرګ سزا واخستو.
دغه شان يو ځل حضرت عبد الله بن حفيف چې خپل زمانې ډير ستر شيخ و ولي پاتې شوې دې، هغه منصور ته په زندان کښې ملاويدو د پاره راغلو. حضرت صېب وائي چې کله به د لمانځه وخت راغلو نو منصور زنځيرونه به خپله مخه خلاص شول و منصور به اؤدس چاردام کولو نه پس په آرامه لمنځ وکړو. دوئي ترې نه تپوس وکړو چې ستا زنځيرونه خپله مخه خلاص شي نو ته خپل ځان ولې نه شې آزادولې؟ منصور ورته وېله چې ځه په زندان کښې بند نه يم و نه خپل تقدير نه يره کوم.
بيا هغه ورته وېل چې خپلې سترګې پټې کړه و د څه خواهش وکړه. حضرت وائي چې ما سترګې پټې کړې او چې بيا مې خلاصولې نو زه منصور سره په نشاپور (ايران) کښې ولاړ وم. وائي چې ما وړوکوالي نه ارمان ؤ چې زه نشاپور ته لاړ شم. منصور ترې نه تپوس وکړو چې نور څه غواړې؟ دوئي ورته وېل چې بس اوس مې بېرته واپس بوځه نو چې سترګې ئې بند و خلاصې کړې نو په زندان کښ بيا ناست وو.
چې سنتريانو نه حضرت تپوس وکړو نو دوئي ورته وېل چې په دغه سات کښ تاسو دواړه په کمره کښې نه وې بلکه ورک شوي وې.
دې دوه واقعاتو نه د شيخ منصور کراماتو اندازه لږېدلې شي. شيخ منصور عمر ډير خوار تېر شوې و. خلقو ډير تنګ کړې و. چا به ورته جادوګر، چا به کافر طعنه ورکوله. خو يو څو داسې کسان به هم ول چې دې به د الله په عشق کښ يو سرګردان کس ګڼلو و منله به ئې چې دې ډير اچت مقام ته رسيدلې کس دې. خو عام خلق به دې مقام په سر و لم نه پوهېدل. د انا الحق کلمه باندې خو به څوک پوهېدل نه، او که څوک په پوه شوي هم ول، دوئي به په لاس کښ د دوئي شخصيت لوبوله چې خلقو کښې انتشار خور شي. حضرت علي هجوېري رح په خپل کتاب کشف المعجوب کښ د شيخ منصور حلاج لورې کړې دې او دا زکر ئې کړې دې چې د صوفياؤ ډير داسې قيصې دي چې عام خلقو فهم و سخن باندې پوره نه پرېوځي
.

Hello world!

Filed under: Uncategorized

Welcome to your new blog. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

An email has been sent to you giving you details of how to log in to the administration section. From there you can change the design by clicking on the tab MANAGE and then click on the tab THEMES. If you have any questions, ask them in the forums—we are only too willing to help.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham