MASJID IKHWANUL MUKMININ
Oleh : Ismail Ahmad
Masjid adalah perwujudan dari hakikat Rumah Allah dan Istananya para wali dan merupakan rumah singgahnya para musafir dan Masjid adalah madrasahnya para pencari Ilmu Allah. Seorang Muslim sejati harus bisa menjadikan Masjid sebagai istana dan kerajaannya untuk dapat lebih mendekatkan dirinya kepda yang empunya rumah tersebut, karena Allah sangat menyenagi rumahNya dan tentunya akan menyenagi pula orang-orang yang berada didalamnya, Rasulullah Muhammad SAW pernah bertanya kepada Malaikat Jibril, “Wahai Jibril, tempat manakah yang paling disenangi Allah ? Jibril menjawab : Masjid-masjid dan yang paling disenangi ialah orang yang pertama masuk ke dalamnya dan yang terakhir keluar meninggalkannya”.
Kemudian Rasulullah SAW bertanya lagi, “Tempat manakah yang paling tidak disukai oleh Allah Ta’ala ?” Jibril lantas menjawab, “Pasar-pasar dan orang yang paling dahulu memasukinya dan yang paling akhir meninggalkannya”.
Hadits diatas sudah cukup untuk menggambarkan betapa cintaNya Allah terhadap Masjid dan betapa bencinya Allah terhadap tempat-tempat yang banyak mengandung maksiat dan dosa. Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Asysyihab dan Al-Bazzar dikemukakan bahwa, “Barangsiapa membangun untuk Allah sebuah masjid atau mushalla walaupun sebesar kandang unggas (rumah gubuk), maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga”.
Kemuliaan demi kemuliaan akan terus datang bagi siapa saja yang mensucikan masjid dan menjadikan masjid sebagai tempat mereka menautkan hatinya, jadikanlah masjid sebagai cita pertama, dan jadikanlah masjid sebagai bukti bahwa kita adalah orang yang beragama. Dalam hal ini tentunya sebagai seorang Muslim sudah menjadi tanggung jawab kita untuk memakmurkan dan mensucikan tempat mulia tersbut. Karena Allah dan para malaikatNya memuliakan orang-orang yang memuliakan masjid.
Dengan niat yang ikhlas karena Allah Insya Allah kita akan merasa damai dan menemukan kesucian hati tatkala kita berada di Masjid
Dan dengan meningkatkan fungsi masjid sebagai sarana ibadah maka umat Islam dapat meningkatkan Ukhuwah Islamiyahnya, dan terus berlomba-lombda dalam kebaikan untuk mencari ridha Allah dan mendapatkan gelar Taqwa yang menjadi impian setiap muslim dimanapun dia berada.
Keberadaan Masjid sebagai Sarana tempat ibadah juga mempunyai beragam fungsi dan tujuan, itu tergantung paradigma kita terhadap Masjid. Menurut saya, Masjid adalah Istana terindah yang ada di muka bumi ini, karena hanya dengan Memakmurkan Rumah Allah Tersebut kita akan mendapatkan cahaya ilahi di dunia ini dan kelak di alam Akhirat. Rasulullah SAW bersabda : “Beritakanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan kaki di malam gelap gulita menuju masjid bahwa bagi mereka cahaya yang terang benderang di hari kiamat” (H.R.Al-Hakim & Attirmidzi).
Mungkin jika hadits ini diungkapkan kepada ahli-ahli maksiat, mereka akan tersenyum. Karena mereka berjalan dalam kegelapan menuju tempat-tempat maksiat, bukannya menuju Rumah Allah seperti yang digambarkan dari Hadits diatas. Tapi jika saya dapat menggambarkan pahala berjalan dalam kegelapan dan bagaimana cahaya yang terang benderang di hari kiamat bagi orang-orang yang berjalan dalam kegelapan demi mencapai ridha dan cinta Allah.
Disebutkan di dalam hadits bahwa pada hari kiamat, Allah SWT akan mengumumkan “Dimana tetangga-tetanggaku ?” Para Malaikat bertanya, “Siapakah tetangga-tetangga-Mu ya Allah ?” Kemudian Allah SWT berfirman, “Tetangga-tetangga-Ku adalah orang-orang yang senantiasa memakmurkan masjid”.
Selanjutnya oleh sang sahabat ini, ditunjukkan sebuah doa yang berasal dari hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Ibnu Abbas bahwa Nabi Muhammad SAW apabila keluar rumah untuk shalat di masjid, beliau berdoa yang bunyinya, “Allahumma ij’al fi qalbi nuran, wa fi basari nuran, wa fi sam’i nuran, wa’an yamini nuran, wa’an khalfi nuran, wa fi asabi nuran, wa fi lahmi nuran, wa fi dami nuran, wa fi sya’ri nuran, wa fi basyari nuran (yang artinya : Ya Allah, berilah cahaya di dalam hatiku, cahaya di dalam penglihatanku, cahaya dalam pendengaranku, cahaya dari kananku, cahaya dari belakangku, cahaya dalam urat sarafku, cahaya dalam dagingku, cahaya dalam darahku, cahaya dalam rambutku dan cahaya dalam kulitku”. (HR.Al-Buchari).
Bukankah telah disebutkan dalam sebuah hadits bahwa pada hari kiamat ketika manusia dalam keadaan kacau dan cemas dan matahari sangat dekat dengan manusia, ada tujuh golongan orang yang akan mendapatkan perlindungan di bawah Arsy’ Allah SWT, salah satunya adalah seseorang yang hatinya selalu terpaut ke masjid.
Keterpautan hati terhadap Rumah Mulia harus dimulai dari sekarang, mulai saat ini, dan dimulai dari diri sendiri ( 3M A’A Gym ). Waktu terus berkaku dan kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput kita, oleh karena itu mari kita rapatkan barisan dan menyamakan visi dan misi umat Islam seluruh Indonesia agar dapat menjadikan Masjid sebagai pautan hati terindah dalam hidupnya. Jagan pernah menjadi hamba yang sombong dengan tidak pernah bertamu ke Rumah Allah, mari bersama kita jadikan gerakan cinta masjid ini menjadi gerakan umat Islam secara nasional. Karena dengan semakin cinta terhadap masjid secara otomatis semakin cinta pulalah kita terhadap syariat Islam, yang berarti semakin bertambah pulalah cinta kita terhadap Allah pemilik dari Rumah Mulia tersebut.
SEJARAH BERDIRINYA MASJID IKHWANUL MUKMININ
Masjid Ikhwanul Mukminin adalah salah satu masjid tua di kota Pontianak, Masjid megah yang terletak di tepian kota ini yang tepatnya berlokasi di Jl. Sungai Raya Dalam Pontianak Selatan Kalimantan Barat ini merupakann salah satu kebanggan warga masyarakat yang tinggal di daerah itu, karena masjid Ikhwanul Mukminin penuh dengan nilai histories dan nilai prinsip kebersamaan dan semangat gotong royong.
Menurut H. M. Nur Hasan, SE dalam bukunya Membangun Media Amal Saleh ( Selayang Pandang Masjid Ikhwanul Mukminin ) masjid ini adalah merupakan gambaran dari sebuah semangat Fastabiqul Khairat dan Nawaitu yang kuat dari seluruh jama’ah yang awalnya hanya sebuah Surau menjadi sebuah Masjid yang akhirnya diberi nama IKHWANUL MUKMININ.
Masjid ini didirikan pada tahun 1929-1930 dengan bermodalkan Rp 500, dan kayu-kayu yang berasal dari Tanjung Saleh ( milik H. Akil ) dari pembongkaran rumah yang telah dijualnya.
Maka masjid dengan ukuran 12×12M2 itu dapat memuaskan hati para Muslim dan Muslimah pada saat itu yang haus akan Rumah Ibadah dan cinta terhadap Rumah Ibadah. Karena konon menurut cerita para Orang tua sebelum Masjid ini berdiri seluruh masyarakat Muslim Sungai Raya melaksanakan Ibdaha Shalat Jum’at di Masjid Jami’ yang berada di dekat keraton Kadariyah Pontianak dengan menggunakan sampan dan berjalan kaki. Keberangkatannya tersebut diiringi dengan membawa barang hasil kebun seperti pisang, ubi-ubian dan lain-lain untuk ditukar dengan keperluan rumah tangga yang lain.
Oleh sebab itu, keberadaan Masjid Ikhwanul Mukminin ini sungguh berarti dan membantu bagi seluruh warga masyarakat Sungai Raya Dalam pada saat itu.
Dan masyarakat sangat berterima kasih tak terhingga kepada pelopor pembangunan masjid tersebut, sehingga masyarakat Islam masih dapat merasakan hasil dari pengorbanan mereka pada saat itu.
Menurut H. M. Nurhasan, SE yang berjasa dalam pembangunan tersebut adalah :
1. H. Ambo’ Dengeng Bin Makkuaseng, seorang Penggawa yang berasal dari tanah Bugis yang kemudian mewaqafkan tanahNya untuk dijadikan Masjid tersebut.
2. H. Lintang, Imam pertama Masjid Ikhwanul Mukminin yang sekaligus mertua dari H. Ali Lakana
3. H. Thayyeb, salah satu pegawai Masjid
4. H. Husin Bin Basok.
5. H. Bacok
6. H. Muhammad / Wak Leda’
7. H. Palemai
8. Ustadz Rasyid Matanna
9. H. Zakaria H. Husin
10. H. Rani dan Putranya H. Bidin
11. H. Ali Lakana
Menurut H. M. Nur Hasan, SE Masjid ini empat kali mengadakan pemugaran atau renovasi, dari tahun berdirinya 1929, kemudian rehab pertama pada tahun 1956 kemudian 1975 dan 1975. Selanjutnya pada tahun 1999 mengadakan renovasi total yang bertepatan pada tanggal 1 Muharam 1420 H / 16 April 1999 dengan peletakan batu pertama oleh salah satu pendiri Masjid Ikhwanul Mukminin yaitu Kakenda Tercinta H. Ali Lakana.
Dalam buku “Pedoman Pembinaan Masjid Paripurna” yang diterbitkan pada tahun 1996 oleh Badan Kesejahteraan Masjid ( BKM ). Propinsi Kalimantan Barat disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW telah memberikan contoh tentang fungsi masjid diantaranya :
1. Tempat pengajaran dan pendidikan Islam sebagai pewarisan agama dan kebuadayaan
2. Perpustakaan, sebagai himpunan khazanah ilmu pengetahuan
3. Tempat peradilan
4. Markas tentara dan tempat merawat prajurit yang luka ( Rumah Sakit )
5. Wadah Kesenian ( tempat sahabat membacakan sajak untuk Nabi )
6. Tempat bermalam Musafir
7. Tempat siding dua khalifah
8. Musyawarah segala sesuatu tentang masyarakat islam
9. Tempat pemilihan Khalifah
10. Tempat dan pernyataan masyarakat.
Untuk mendukung percepatan fungsi Masjid tersebut diatas maka didirikanlah Yayasan Ikhwanul Mukminin pada tahun 2001. dan telah berganti seiring dengan waktu sesuai dengan tuntutan zaman dan kondisi masyarakat.
Adapun struktur Pengurus Yayasan Ikhwanul Mukminin adalah :
SURAT KEPUTUSAN BADAN PENGURUS
YAYASAN IKHWANUL MUKMININ PONTIANAK
Nomor : 003/YIM/Kpts/10/1426 H
Tanggal 01 Dzulqaidah 1426 H / 03 Desember 2005 M
T e n t a n g
STRUKTUR ORGANISASI DAN PERSONALIA
BADAN PENGURUS YAYASAN IKHWANUL MUKMININ PONTIANAK
Periode 2005-2008
Penasehat / Sesepuh :
1. H. Abdurrachman H. Husin
2. H. M. Thahir H. Abidin
3. H. Sulaiman H. Latif
4. H. Syafei Thaha
Pembina :
1. Drs. H. Akmaluddin Hasibuan
2. Ir. H. Aryanto B. Hardigaloeh
3. Drs. H. M. Sood H.A. Kadir
4. H. Imran Galak
Ketua Umum : H.A. Effendi Lubis, SE
Ketua I : Drs. Syaiful Bahri
Ketua II : Wahyudin Masri, SE
Sekretaris Umum : H. Muhammad Nur Hasan, SE
Sekretaris I : H. Abdurrahman HM, S.Pd.I.
Sekretaris II : Rafilin H. Zailani, A.Md
Bendahara : Ishaq Idzzuldin, SE
A. Dakwah dan Ibadah :
1. M. Ilyas A. Latif (Koordinator)
2. H.M. Sanusi H.A. Karim, A.Ma
3. Sarifuddin, SHI
4. Husen Musa
5. Abdurrahman AR
6. H. Ali Laupek
7. Rahmad Sadeq
8. Musa H. Nawawi
9. Burhanuddin M. Thahir
10. Burhanuddin Bahrun
B. Pendidikan dan SDM :
1. Marlan M. Djafan (Koordinator)
2. Hudrin Zein
3. Karim, SH
4. Drs. Izhar Salim, M.Si
5. Shah Khumainy Salim
6. Herman Susilo, SE
7. Ny. Sulistiawati Gst.Yudhy Rasyidi
8. Ny. Hj. Salbiah H.M. Sanusi, A.Ma
9. Ny. Hamidah Burhanuddin
10. Ny. Zulaiha Zaini
C. Sosial dan Kesehatan :
1. H. Muhammad Nasir (Koordinator)
2. Drs. Sulaiman
3. H A. Wahab Musa
4. Ahmad H. Ismail
5. Agus Gunawan
6. Ya’cob H. Nawawi
7. Hamid Sauk
8. Haidi M. Thahir
9. Suhairi A. Razak
10. Malik A. Rasyid
D. Pemberdayaan Perempuan :
1. Ny. Hj. Farida Hanom Nasution
2. Ny. Hj. Habibon H.A. Ghani
3. Ny. Hj. Sanah H.M. Nasir
4. Ny. Sufiani Syaiful Bahri
5. Ny. Liliana Wahyudin Masri
6. Ny. Farida Nur Hasan
7. Ny. Retno Ishaq Idzzuldin
8. Ny. Mudiah H.M. Yusuf
9. Ny. Jamilah H. Sulaiman
10. Ny. Ratna Waiton
11. Ny. Zulaiha Ahmad H. Ismail
12. Ny. Hj. Syamsiah
13. Ny. Halimah
E. Pemuda, Remaja, Olahraga & Kesenian :
1. Gusti Syamsul Taviansyah,SE (Koordinator)
2. Khairil Anwar, SH
3. Sabli H. Bakri
4. Ismail Ahmad
5. Zakaria H.A. Karim
6. M. Thaha H.A. Rahman
7. Ismail H.A. Karim
8. Ahmad Dwi
9. Usman M. Thahir
10. Tarmizi
F. Perekonomian & Usaha Dana :
1. H. Burhan H. Abu Bakar (Koordinator)
2. Ir. Ahmad Sya’dudin Tufta’zany, MM
3. Riza Nirwan, SE
4. Agus Susila, SE
5. Juremy Ramlan
6. H. Sofwandi, SE
7. Iwan Darmawan
8. Asmunandar
9. Ibrahim Markus
10. Ismail Sanusi
G. Pembangunan, Peralatan & Perawatan :
1. Ir. Mizan Mukti (Koordinator)
2. A.Wahab H.A. Gani
3. Ir. Haryanto
4. Ir. Firmansyah, MM
5. Andrian, SE
6. Alfian, A.Md
7. Jafri H. Nuncik
8. Thalib M. Thahir
9. A.Rauf H. Zakaria
10. M. Saad
11. Marzuki
12. Eli Mawandi
13. Abdurrahman.
UNIT USAHA / KEGIATAN DI LINGKUNGAN
YAYASAN IKHWANUL MUKMININ
SUNGAI RAYA DALAM II PONTIANAK
|
NO
|
NAMA USAHA /
KEGIATAN
|
TAHUN BERDIRI
|
NAMA
PIMPINAN
|
PERIODE
|
|
01
|
BAITUL MAAL WATTAMWIL ( BMT)
KSU BMT IKHWANUL MUKMININ
|
27 SEPTEMBER
2000
|
M. NUR HASAN
M. NUR HASAN
|
2000-2005
2005-2010
|
|
02
|
REMAJA ISLAM MASJID IKHWANUL MUKMININ
( RIMIM )
|
28
SEPTEMBER
2000
|
KHAIRIL ANWAR
M. RISAI YOPPI
ISMAIL AHMAD
|
2000-2002
2002-2005
2005-2007
|
|
03
|
TAMAN KANAK-KANAK AL-QUR’AN (TKA – TPA)
MASJID IKHWANUL MUKMININ
|
01
OKTOBER
2000
|
M. SANUSI H.A. KARIM, A.Ma
|
2000-2004
|
|
04
|
PROGRAM BEA SISWA ANAK ASUHAN (bantuan awal 10 juta dari Pak Akmal)
|
30
AGUSTUS
2001
|
Ditangani Langsung oleh Badan Pengurus Yayasan
|
2001-2006
|
|
05
|
TIM HADRAH MASJID IKHWANUL MUKMININ
|
26
OKTOBER
2001
|
M. SANUSI H.A. KARIM, A.Ma
|
2001-2006
|
|
06
|
UNIT PENGUMPUL ZAKAT
( UPZ ) MASJID IKHWANUL MUKMININ
|
27
NOPEMBER
2001
|
H.M. THAHIR H. BIDIN
H.A.RAHMAN HM, S.Pd.I
|
2001-2006
2006-2011
|
|
07
|
PERPUSTAKAAN MASJID IKHWANUL MUKMININ
|
|
Pengurus Harian Yayasan
|
|
|
08
|
PROGRAM SERIKAT TOLONG MENOLONG
|
|
Pengurus Harian Yayasan
|
|
|
09
|
TIM FARDHU KIFAYAH
MASJID IKHWANUL MUKMININ
|
|
TAKMIR MASJID IKHWANUL MUKMININ
|
|
|
10
|
BAITUL MAAL IKHWANUL MUKMININ
|
2006
|
Hj. Anita Aslirosa
|
|
Yang tidak kalah menggembirakan adalah dibentuknya Remaja Islam Masjid Ikhwanul Mukminin ( RIMIM ) yang bertujuan untuk kaderisasi remaja-remaja Islam dalam pembentukan insan yang kuat dalam sisi jasadiayah dan bathiniyah.
Adapun struktur kpengurusannya adalah sebagai berikut :
Lampiran : SURAT KEPUTUSAN BADAN PENGURUS YAYASAN
IKHWANUL MUKMININ PONTIANAK
T e n t a n g
STRUKTUR ORGANISASI DAN PERSONALIA
PENGURUS REMAJA ISLAM MASJID IKHWANUL MUKMININ
Periode 2005-2007
Nomor : 027/YIM/SRD/05/1426 H
Dewan Pembina : 1. Ahmad H. Ismail
2. Burhanuddin M. Thahir
3. Khairil Anwar, SH
4. Sabli H. Bakri
5. M. Risa’i A. Wahab
Ketua : Ismail Ahmad
Wakil Ketua : M. Thoyib H.M. Thahir
Sekretaris : Wiwin Hadinata Ahmad
Bendahara I : Syamsurizal Yahya
Bendahara II : Fatmawati A. Rasyid
Seksi-Seksi :
1. Dakwah dan Pendidikan :
Koordinator : Rahmad Sadeq
Anggota : Haidi M. Thahir
: Zulaiha
: Siti Aisyah
2. Hubungan Masyarakat (Humas) dan Dokumentasi :
Koordinator : M. Syafrin Musa
Anggota : Nuri Novia Wulandari
: Siti Aminah
3. Olah Raga, Seni dan Budaya :
Koordinator : Syamsurizal
Anggota : Agus Ramadhani Ahmad
: M. Tasyim H. Syafei
: Nasruddin H.A. Wahab
4. Usaha Dana :
Koordinator : Baharudin
Anggota : Ibrahim Markus
: Asmunandar
5. Perlengkapan dan Pemeliharaan Lingkungan :
Koordinator : Ismail Sanusi
Anggota : Dodi Sugianto
: M. Sa’ad
: Burhanuddin Usman.
Dari awal dibentuknya RIMIM sudah memberikan nuansa baru bagi Masjid Ikhwanul Mukminin, baik dari segi peribadatan maupun dari segi kesenian. Remaja seperti yang kita tahu adalah generasi yang penuh dengan semangat dan ide-ide segar. Dengan dibentuknya remaja-remaja ini diharapkan menjadi cikal bakal kemajuan Islam di daerah Sungai Raya Dalam.
Masjid Ikhwanul Mukminin tidak pernah mati dengan Program-program kemasjidan, dak tak pernah bosan untuk mengajak pada kebaikan dan selalu memberikan wacana-wacana baru dalam pengembangan fungsi masjid tersebut. Saya akan memaparkan beberapa Program yang telah berjalan di Masjid Ikhwanul Mukminin sebagai bukti bahwa Masjid tidak hanya digunakan sebagai Tempat Shalat saja, tapi Masjid dapat digunakan untuk apapun selama itu bermanfaat bagi ummat islam itu sendiri.
SYARIKAT TOLONG MENOLONG ( STM )
Syarikat Tolong Menolong dicetuskan Oleh Bapak H. A. Effendi Lubis, SE. sebagai Ketua Umum beliau selalu memunculkan ide-ide baru yang efektif dalam pemberdayaan ekonomi ummat Islam di kawasan Sungai Raya Dalam. Tidak sebatas ide beliau aktif dan selalu mengawasi setiap aktifitas-aktifitas di Masjid sehingga proses ibadah vertical dan horizontal dapat terwujud dan berjalan secara beriringan.
Program ini adalah sejenis tabungan bulanan yang berisikan pos infaq, pos zakat, pos tabungan qurban dan pos jariyah.
Selama program ini berlangsung terasa betul manfaatnya bagi seluruh jama’ah dan warga sekitar yang memang perlu dibantu dan dalam kesulitan ekonomi. Masyarakat merasa bahwa Masjid memperhatikan mereka dan Masjid peduli tentang mereka.
Terbukti setelah program ini dijalankan jumlah qurban meningkat secara significant lewat tabungan qurbannya.
Masyarakat juga merasa terbantu, saat ada musibah kematian mereka mendapat bantuan dari Masjid untuk membeli peralatan Fardhu Kifayah.
Pendeknya, Masjid selalu ada untuk Masyarakat dan Masjid adalah milik Masyarakat.
Setelah Program ini berjalan, kembali Masjid Ikhwanul Mukminin menggelar Tabungan Infaq Baiti Jannati yang begitu membantu masyarakat kelas menengah kebawah dengan Program andalannya yaitu beasiswa dan Bimbel UAN gratisss.
Alhamdulillah, semua itu berkat bantuan dari Allah dan seluruh Jama’ah Masjid Ikhwanul Mukminin Sungai Raya Dalam Pontianak. Sehingga tujuan kita untuk menjadikan Masjid sebagai tautan hati insya Allah dapat terealisasi di Masjid yang kami cintai ini. Dan insya Allah Masjid Ikhwanul Mukminin akan selalu berbenah diri dan mengadakan perbaikan fisik dan fungsi serta pengembangan SDM secara berkala.
Dan kami mengharapkan do’a dari seluruh pembaca, agar kami tetap dapat Istiqomah dalam perjuangan suci ini mengharapkan ridha dari Ilahi Rabbi.